2,3 Juta Masyarakat Indonesia Main judol, Kabareskrim: Kalau Semua Ditangkap Penjara Penuh

Berita MedanTalk

Medan Talk Berita:
2,3 Juta Masyarakat Indonesia Main judol, Kabareskrim: Kalau Semua Ditangkap Penjara Penuh

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Wahyu Widada mengungkap alasannya tidak menangkap para pemain judi.

Wahyu menilai, jika sebanyak 2,3 juta pemain judol ditangkap dan dijerat pidana, maka penjara akan penuh. Dan hal itu tidak akan menghentikan persoalan judol.

“Coba bayangin kalau 2,3 juta pelaku yang masang-masang ini kita tangkepin terus dia sudah, judi enggak pernah menang, kita tangkepin, kita masukkan penjara, penjaranya penuh dan enggak akan menghentikan ini,” ujar Wahyu di Mabes Polri, Jakarta.

Menurutnya, pemblokiran situs serta penangkapan bandar hingga operator judol jauh lebih efektif dibandingkan memenjarakan pemain judol.

“Jadi bagaimana kita bisa melakukan penegakan hukum itu juga menggunakan suatu metode yang mana sih yang lebih penting. Ya mending kita hilangin aja website-nya, dia sudah enggak main lagi. Kan lebih efektif seperti itu,” kata Wahyu.

Di sisi lain, Wahyu juga mengimbau masyarakat tidak terlibat judol dan mengharapkan kekayaan melalui permainaan judi.

“Kalau mau bisa memberikan kehidupan yang lebih baik kepada keluarganya, lakukan dengan usaha bukan berjudi,” pungkasnya.

Sumber : okezone.com

2,3 Juta Masyarakat Indonesia Main judol, Kabareskrim: Kalau Semua Ditangkap Penjara Penuh

 Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Wahyu Widada mengungkap alasannya tidak menangkap para pemain judi.

Wahyu menilai, jika sebanyak 2,3 juta pemain judol ditangkap dan dijerat pidana, maka penjara akan penuh. Dan hal itu tidak akan menghentikan persoalan judol.

"Coba bayangin kalau 2,3 juta pelaku yang masang-masang ini kita tangkepin terus dia sudah, judi enggak pernah menang, kita tangkepin, kita masukkan penjara, penjaranya penuh dan enggak akan menghentikan ini," ujar Wahyu di Mabes Polri, Jakarta.

Menurutnya, pemblokiran situs serta penangkapan bandar hingga operator judol jauh lebih efektif dibandingkan memenjarakan pemain judol.

"Jadi bagaimana kita bisa melakukan penegakan hukum itu juga menggunakan suatu metode yang mana sih yang lebih penting. Ya mending kita hilangin aja website-nya, dia sudah enggak main lagi. Kan lebih efektif seperti itu," kata Wahyu.

Di sisi lain, Wahyu juga mengimbau masyarakat tidak terlibat judol dan mengharapkan kekayaan melalui permainaan judi.

"Kalau mau bisa memberikan kehidupan yang lebih baik kepada keluarganya, lakukan dengan usaha bukan berjudi," pungkasnya.

Sumber : okezone.com

Browse berita / cerita Medan sesuai hashtags >> medantalk berita judol penjara

Silakan cek berita dan update terbaru di menu HARI INI , link ada diatas
Untuk informasi pasang iklan , silakan baca halaman sponsors atau contact

Follow, browse update terkini di link ini:

Follow Instagram @MedanTalk untuk cerita video reels dan story terkini yang tidak diposting ke web
Yang main tiktok, add TikTok @MedanTalk
follow instagram @MedanTalkViral khusus berita viral
YouTube channel MedanTalk untuk berita video

Cek info lowongan kerja di www.KarirGram.com
Medan Punya Cerita cek www.MedanKu.com

Browse berita cerita lainnya di hashtags dibawah => iklan medan medantalk

Untuk informasi Lowongan Kerja , cek web www.KarirGram.com dan IG @KarirGram
Untuk cerita Medan, cek www.MedanKu.com dan IG @MedanKu
Untuk informasi tips Otomotif cek www.otomtalk.com dan IG @Otomtalk
Powered by webhosting terjamin

Sumber: https://www.instagram.com/p/C8iz6kZyq3c/