Minyak Goreng Murah Masih Langka! Viral Video Emak-emak Kepung Minimarket hingga Buat

Berita MedanTalk

Minyak Goreng Murah Masih Langka! Viral Video Emak-emak Kepung Minimarket hingga Buat Karyawan Ketakutan: Tenang Ibu-ibu!

Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yang mulai berlaku pada 1 Februari 2022 lalu.
Mengutip dari Kompas, HET untuk minyak curah dipatok Rp 11.500 per liter, untuk kemasan sederhana dipatok Rp 13.500 per liter, sementara untuk kemasan premium dihargai Rp 14.000 per liter.

Meski begitu, minyak goreng yang dihargai sesuai HET nyatanya masih langka di pasaran.

Kelangkaan minyak goreng juga nampaknya dialami oleh ratusan warga Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Dalam video yang viral di media sosial, mereka tampak berbondong-bondong geruduk minimarket Indomaret di Jalan Pahlawan Dusun 10 Desa Pekan Tanjung Beringin pada Minggu (6/3/2022) sore.

Warga yang mayoritas emak-emak sempat ribut dengan petugas dan karyawan Indomaret saat hendak membeli minyak goreng.
Emak-emak terlihat berkumpul di depan pintu dan berdesak-desakan.

Manager Indomaret Muhammad Ayub, bersama rekan kerjanya tampak menghalangi masyarakat yang membeli dan masuk ke dalam minimarket.Muhammad Ayub sengaja menahan ratusan warga yang memaksa ingin masuk kedalam toko karena takut ada hal-hal yang tidak diinginkan.”Jika ada terjadi hal yang tidak diinginkan siapa yang rugi, dan tenang ibu-ibu semua pasti kebagian tapi dengan syarat harus antri”, ujar Ayub.

Setelah mendengar penjealsan, emak-emak masuk satu persatu dengan tenang membeli minyak goreng kemasan dengan takaran 2 liter yang harganya sudah disubsisi oleh pemerintah (Rp 28 ribu).

Bagaimana kondisi stok minyak di daerah kamu?
Video lengkap @medantalkviral

#berita #minyakgorengmurah #minyakgoreng #sergai #serdangbedagai #sumut

Minyak Goreng Murah Masih Langka! Viral Video Emak-emak Kepung Minimarket hingga Buat Karyawan Ketakutan: Tenang Ibu-ibu!

Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yang mulai berlaku pada 1 Februari 2022 lalu.
Mengutip dari Kompas, HET untuk minyak curah dipatok Rp 11.500 per liter, untuk kemasan sederhana dipatok Rp 13.500 per liter, sementara untuk kemasan premium dihargai Rp 14.000 per liter.

Meski begitu, minyak goreng yang dihargai sesuai HET nyatanya masih langka di pasaran.

Kelangkaan minyak goreng juga nampaknya dialami oleh ratusan warga Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Dalam video yang viral di media sosial, mereka tampak berbondong-bondong geruduk minimarket Indomaret di Jalan Pahlawan Dusun 10 Desa Pekan Tanjung Beringin pada Minggu (6/3/2022) sore.

Warga yang mayoritas emak-emak sempat ribut dengan petugas dan karyawan Indomaret saat hendak membeli minyak goreng.
Emak-emak terlihat berkumpul di depan pintu dan berdesak-desakan.

Manager Indomaret Muhammad Ayub, bersama rekan kerjanya tampak menghalangi masyarakat yang membeli dan masuk ke dalam minimarket.Muhammad Ayub sengaja menahan ratusan warga yang memaksa ingin masuk kedalam toko karena takut ada hal-hal yang tidak diinginkan."Jika ada terjadi hal yang tidak diinginkan siapa yang rugi, dan tenang ibu-ibu semua pasti kebagian tapi dengan syarat harus antri", ujar Ayub.

Setelah mendengar penjealsan, emak-emak masuk satu persatu dengan tenang membeli minyak goreng kemasan dengan takaran 2 liter yang harganya sudah disubsisi oleh pemerintah (Rp 28 ribu).

Bagaimana kondisi stok minyak di daerah kamu?
Video lengkap @medantalkviral

NB: Berita & Cerita Medan terkini, silakan browse menu HARI INI diatas
Untuk Berita khusus lainnya Add Channel Telegram @MedanTalk
Buat yang mau berbagi join Forum Telegram kami cari Medan Talk Forum di Telegram

Yang main tiktok, add TikTok @MedanTalk
follow instagram @MedanTalk dan @MedanTalkViral khusus berita viral
YouTube channel MedanTalk untuk berita video

Cek info lowongan kerja di www.KarirGram.com
Medan Punya Cerita cek www.MedanKu.com

Browse berita cerita lainnya di hashtags dibawah => berita minyakgorengmurah minyakgoreng sergai serdangbedagai sumut