Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buol mengungkap penyebab fenomena ikan berserakan di Pantai Leok,

Medan Talk Viral Video Viral

Video Viral : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buol mengungkap penyebab fenomena ikan berserakan di Pantai Leok, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (18/1/2026). 

Kepala DLH Kabupaten Buol, Syarif Badalu, memastikan peristiwa tersebut bukan disebabkan pencemaran lingkungan, penggunaan racun, maupun bahan kimia berbahaya.

“Perlu kami tegaskan, kejadian ini bukan karena penggunaan bahan kimia, bukan pula potasium. Murni karena aktivitas penangkapan ikan menggunakan pukat,” kata Syarif Badalu saat dihubungi via telepon, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, ikan-ikan tersebut ditemukan terdampar di kawasan Pantai Kali Leok, Kelurahan Kali, Kecamatan Biau, tepatnya di belakang kompleks Pertamina.

Di sepanjang pantai dengan radius sekitar 200 hingga 300 meter, terlihat banyak ikan mati dan mengapung.

“Dari keterangan masyarakat, aktivitas tersebut terjadi sejak malam hingga subuh,” ujarnya.

Syarif mengungkapkan, sumber ikan berserakan tersebut berasal dari hasil tangkapan nelayan yang beroperasi di wilayah Buoyong, Kelurahan Buol.

Nelayan tersebut menggunakan alat tangkap berupa pukat dengan panjang sekitar 600 meter.

“Jumlah ikan yang tertangkap sangat banyak dan melebihi kapasitas penampungan,” jelasnya.

Akibat muatan yang berlebihan, kantong pukat nelayan robek sehingga ikan-ikan berhamburan di laut dan sebagian terbawa arus hingga terdampar di pantai.

“Mereka bukan sengaja melepas ikan, tetapi pada saat proses muat, kantong pukatnya robek karena muatan yang terlalu banyak. Bahkan sebagian alat tangkap mereka juga mengalami kerusakan,” ungkap Syarif.

Utk Berita & video Viral follow @medantalkviral

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buol mengungkap penyebab fenomena ikan berserakan di Pantai Leok, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (18/1/2026). 

Kepala DLH Kabupaten Buol, Syarif Badalu, memastikan peristiwa tersebut bukan disebabkan pencemaran lingkungan, penggunaan racun, maupun bahan kimia berbahaya.

“Perlu kami tegaskan, kejadian ini bukan karena penggunaan bahan kimia, bukan pula potasium. Murni karena aktivitas penangkapan ikan menggunakan pukat,” kata Syarif Badalu saat dihubungi via telepon, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, ikan-ikan tersebut ditemukan terdampar di kawasan Pantai Kali Leok, Kelurahan Kali, Kecamatan Biau, tepatnya di belakang kompleks Pertamina.

Di sepanjang pantai dengan radius sekitar 200 hingga 300 meter, terlihat banyak ikan mati dan mengapung.

“Dari keterangan masyarakat, aktivitas tersebut terjadi sejak malam hingga subuh,” ujarnya.

Syarif mengungkapkan, sumber ikan berserakan tersebut berasal dari hasil tangkapan nelayan yang beroperasi di wilayah Buoyong, Kelurahan Buol.

Nelayan tersebut menggunakan alat tangkap berupa pukat dengan panjang sekitar 600 meter.

“Jumlah ikan yang tertangkap sangat banyak dan melebihi kapasitas penampungan,” jelasnya.

Akibat muatan yang berlebihan, kantong pukat nelayan robek sehingga ikan-ikan berhamburan di laut dan sebagian terbawa arus hingga terdampar di pantai.

“Mereka bukan sengaja melepas ikan, tetapi pada saat proses muat, kantong pukatnya robek karena muatan yang terlalu banyak. Bahkan sebagian alat tangkap mereka juga mengalami kerusakan,” ungkap Syarif.

Utk Berita & video Viral follow @medantalkviral

Browse berita / cerita Medan sesuai hashtags >> berita viral viralreels viralvideos MedanTalkViral

Silakan cek berita dan update terbaru di menu HARI INI , link ada diatas
Follow Instagram @medantalkviral untuk video reels dan story terkini yang tidak diposting ke web
Untuk informasi Lowongan Kerja , cek web www.KarirGram.com dan IG @KarirGram
Untuk cerita Medan terkini, cek www.MedanKu.com dan IG @MedanKu
Untuk informasi tips Otomotif cek www.otomtalk.com dan IG @Otomtalk
Powered by Webhosting Terjamin

Sumber: https://www.instagram.com/reel/DTr95W_k2fd/