Viral Petugas Dishub Dituduh Minta Martabak Pedagang, Perekam Dilaporkan Jagad media sosial

Viral Petugas Dishub Dituduh Minta Martabak Pedagang, Perekam Dilaporkan

Jagad media sosial dihebohkan video dengan narasi seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan dituduh meminta martabak pedagang. Permintaan martabak ini dituding karena pedagang tersebut parkir dan berdagang di atas trotoar.

Peristiwa terjadi di Jalan Gajah Mada Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru, pada Senin malam (13/5/2024) sekitar pukul 21.30 WIB. Dari video yang beredar, terlihat seseorang menggunakan handphone merekam wajah petugas Dishub Kota Medan, diketahui bernama Julianto Chandra.

Pria perekam video yang belum diketahui identitasnya itu mengatakan petugas Dishub Medan tersebut, seperti preman dan menuduhnya minta martabak.

“Bapak bertugas kalau minta makan kami kasih. Bapak jangan kayak preman,” tutur pria itu.

Menyikapi terkait video viral di media sosial itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Iswar Lubis, mengungkapkan pihaknya, sudah melakukan klarifikasi terhadap petugas Dishub Medan tersebut dan membantah apa tudingan terhadap anak buahnya itu.

“Kami sudah menindaklanjuti memanggil yang bersangkutan dan berdasarkan keterangannya bahwa itu sama sekali tidak benar,” ucap Iswar kepada wartawan di Medan, Rabu (15/5/2024).

Iswar menyebutkan, kronologi kejadian itu berawal anggotanya bernama Julianto Chandra bersama personil Dishub Medan lainnya melakukan penertiban kendaraan yang parkir di atas trotoar.

Saat itu, seorang pedagang martabak juga memarkirkan kendaraannya di atas trotoar. Kemudian, diberikan imbauan secara lisan dan meletakkan selebaran di kaca mobil yang parkir di atas trotoar.

Iswar mengatakan anak buahnya tersebut, sudah membuat laporan ke Polrestabes Medan, Selasa 14 Mei 2024. Laporan tersebut, terkait video viral itu, yang dinilai fitnah dan mencemarkan nama baiknya.

Iswar mengatakan pihak Dishub Medan juga melakukan investigasi internal. Bila terbukti memalak para pedagang, dirinya berjanji akan melakukan tindakan hingga pemecatan.

Sumber: era

Video Viral : Viral Petugas Dishub Dituduh Minta Martabak Pedagang, Perekam Dilaporkan

Jagad media sosial dihebohkan video dengan narasi seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan dituduh meminta martabak pedagang. Permintaan martabak ini dituding karena pedagang tersebut parkir dan berdagang di atas trotoar.

Peristiwa terjadi di Jalan Gajah Mada Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru, pada Senin malam (13/5/2024) sekitar pukul 21.30 WIB. Dari video yang beredar, terlihat seseorang menggunakan handphone merekam wajah petugas Dishub Kota Medan, diketahui bernama Julianto Chandra.

Pria perekam video yang belum diketahui identitasnya itu mengatakan petugas Dishub Medan tersebut, seperti preman dan menuduhnya minta martabak.

“Bapak bertugas kalau minta makan kami kasih. Bapak jangan kayak preman,” tutur pria itu.

Menyikapi terkait video viral di media sosial itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Iswar Lubis, mengungkapkan pihaknya, sudah melakukan klarifikasi terhadap petugas Dishub Medan tersebut dan membantah apa tudingan terhadap anak buahnya itu.

“Kami sudah menindaklanjuti memanggil yang bersangkutan dan berdasarkan keterangannya bahwa itu sama sekali tidak benar,” ucap Iswar kepada wartawan di Medan, Rabu (15/5/2024).

Iswar menyebutkan, kronologi kejadian itu berawal anggotanya bernama Julianto Chandra bersama personil Dishub Medan lainnya melakukan penertiban kendaraan yang parkir di atas trotoar.

Saat itu, seorang pedagang martabak juga memarkirkan kendaraannya di atas trotoar. Kemudian, diberikan imbauan secara lisan dan meletakkan selebaran di kaca mobil yang parkir di atas trotoar.

Iswar mengatakan anak buahnya tersebut, sudah membuat laporan ke Polrestabes Medan, Selasa 14 Mei 2024. Laporan tersebut, terkait video viral itu, yang dinilai fitnah dan mencemarkan nama baiknya.

Iswar mengatakan pihak Dishub Medan juga melakukan investigasi internal. Bila terbukti memalak para pedagang, dirinya berjanji akan melakukan tindakan hingga pemecatan.

Sumber: era

Browse berita / cerita Medan sesuai hashtags >> Viralvideo viral viralreels viralvideos videoviral viralindonesia berita medan dishub dishubmedan martabak

Silakan cek berita dan update terbaru di menu HARI INI , link ada diatas
Follow Instagram @medantalkviral untuk video reels dan story terkini yang tidak diposting ke web
Untuk informasi Lowongan Kerja , cek web www.KarirGram.com dan IG @KarirGram
Untuk cerita Medan terkini, cek


 [...lanjut cerita ]  klik berita lengkap

Baca Selengkapnya

Viral Jukir di Medan Maki-Paksa Pengendara Bayar Rp 10 Ribu Sebuah video

Medan Talk:
Viral Jukir di Medan Maki-Paksa Pengendara Bayar Rp 10 Ribu

Sebuah video yang menunjukkan seorang juru parkir (jukir) meminta uang parkir sebesar Rp 10 ribu ke pengendara karena parkir lama di lokasi tersebut, viral di media sosial. Aksi jukir tersebut terjadi di Jalan Hos Cokroaminoto, Kota Medan.

Terdengar perempuan itu menyebutkan bahwa jukir itu tidak mau dikasih uang parkir sebesar Rp 5 ribu. Padahal seharusnya parkir mobil hanya dikenakan Rp 3 ribu saja.

Kemudian pria tersebut menjawab bahwa dia memang tidak mau menerima Rp 5 ribu. Sebab menurutnya, perempuan itu sudah parkir satu harian.

Pengunggah video, Andri saat dikonfirmasi mengaku perempuan tersebut merupakan orang tuanya. Ia mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Selasa (28/3) sekitar pukul 11.37 WIB.

Andri menjelaskan, di Jalan Hos Cokroaminoto terdapat dua pasar, yakni Pasar Beruang dan Pasar Gajah, orang tuanya merupakan pedagang di lokasi tersebut. Orang tuanya sudah datang sejak pukul 06.00 WIB, namun saat hendak menjemput sesuatu, malah diminta uang parkir sebesar Rp 10 ribu.

“Jadi ibu saya jualan Pajak (Pasar) Beruang jam 6 pagi kami sudah parkir di Jalan Hos Cokroaminoto, itu saja abang parkir belum datang, jadi sampai pukul 11.37 WIB bilang jam 12 siang deh, karena pulang jualan jadi ibu saya diminta uang parkir Rp 10 ribu,” kata Andri saat dihubungi.

Andri mengaku tidak masalah jika memang ada aturan bayar parkir sebesar Rp 10 ribu. Namun, karena tidak ada aturan makanya dia tidak mau membayar.

Sedangkan Kepala Bidang Parkir, Dinas Perhubungan Kota Medan, Nikmal Fauzi Lubis menyebutkan bahwa pria itu memang jukir mereka. Mereka juga sudah mengecek ke lokasi kejadian.

“Iya, itu memang jukir kita, sudah kita cek juga tadi pagi ke lapangan dan sudah kita konfirmasi,” sebut Nikmal Fauzi Lubis.

Jukir tersebut, kata Nikmal, juga sudah menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya. Jukir tersebut akan dipecat jika mengulangi perbuatannya.

Video dan


 [...lanjut cerita ]  klik berita lengkap

Baca Selengkapnya

Antisipasi Kemacetan di Jalan HM Yamin, Kadishub Medan Bilang Tahun Ini Dibuat

Antisipasi Kemacetan di Jalan HM Yamin, Kadishub Medan Bilang Tahun Ini Dibuat Underpass

Guna mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan HM Yamin, Kecamatan Medan Timur, Medan, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan akan membangun underpass di lokasi yang berada tak jauh dari perlintasan kereta api.

Menurut Kadishub Kota Medan, Iswar Lubis mengatakan Pemkot Medan memprediksi tahun 2023 kemungkinan masih ada kepadatan lalu lintas. Prediksi itu sebagai bukti bahwa komitmen Pemkot Medan masih akan melakukan pembangunan, salah satunya dampak pembangunan itu yaitu sementara masyarakat terganggu.

“Contoh hari ini kita lihat itukan ada pembangunan kota lama Kesawan. Kita bayangkan seandainya itu tidak kita lakukan pengalihan arus mungkin kemacetan lebih parah,” kata Iswar Lubis saat diwawancarai Medan Pos di Medan, Selasa (3/1/2023) sore.

Iswar menambahkan mungkin hari ini masyarakat melihat dari semua pengalihan arus yang masih polemik adalah di Jalan HM Yamin. Akan tetapi mungkin masyarakat hanya merasakan dan melihat apa yang dirasakannya saat ini. Itu murni sebenarnya karena memang ada peningkatan frekuensi kereta api yang tadinya tidak sampai 60-70 perhari yang melintas, hari ini frekuensi kereta api yang melintas mencapai 100 perhari di Jalan HM Yamin.

Selain itu, Iswar menilai pihak kereta api sendiri juga perlu meningkatkan pelayanannya. Seyogianya kereta api itu baiknya under atau sky, tetapi Pemkot Medan mengantisipasinya di tahun 2023 melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan.

“Di sekitar situ (dekat perlintasan) akan dibuat underpass. Ketika underpass itu nanti dikerjakan pasti lalu lintas terganggu lagi. Itu yang dimaksudkan Pemkot Medan mungkin tahun 2023 masyarakat akan mengalami kemacetan, maksudnya bukan yang lain,” ujarnya.

Nantinya, sambungnya, pihak Dishub Medan akan berkoordinasi dengan Dinas PU Medan terkait pembangunan yang dimaksud.

Banyak video kejadian jln hm yamin macet di @medanku

Sumber: medanpos

Medan Talk:
Antisipasi Kemacetan di Jalan HM Yamin, Kadishub Medan Bilang Tahun Ini Dibuat Underpass

Guna mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan HM Yamin, Kecamatan Medan Timur, Medan, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan akan membangun underpass di lokasi yang berada tak jauh dari perlintasan kereta api.

Menurut Kadishub Kota Medan, Iswar Lubis mengatakan Pemkot Medan memprediksi tahun 2023 kemungkinan masih ada kepadatan lalu lintas. Prediksi itu sebagai bukti bahwa komitmen Pemkot Medan masih akan melakukan pembangunan, salah satunya dampak pembangunan itu yaitu sementara masyarakat terganggu.

“Contoh hari ini kita lihat itukan ada pembangunan kota lama Kesawan. Kita bayangkan seandainya itu tidak kita lakukan pengalihan arus mungkin kemacetan lebih parah,” kata Iswar Lubis saat diwawancarai Medan Pos di Medan, Selasa (3/1/2023) sore.

Iswar menambahkan mungkin hari ini masyarakat melihat dari semua pengalihan arus yang masih polemik adalah di Jalan HM Yamin. Akan tetapi mungkin masyarakat hanya merasakan dan melihat apa yang dirasakannya saat ini. Itu murni sebenarnya karena memang ada peningkatan frekuensi kereta api yang tadinya tidak sampai 60-70 perhari yang melintas, hari ini frekuensi kereta api yang melintas mencapai 100 perhari di Jalan HM Yamin.

Selain itu, Iswar menilai pihak kereta api sendiri juga perlu meningkatkan pelayanannya. Seyogianya kereta api itu baiknya under atau sky, tetapi Pemkot Medan mengantisipasinya di tahun 2023 melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan.

“Di sekitar situ (dekat perlintasan) akan dibuat underpass. Ketika underpass itu nanti dikerjakan pasti lalu lintas terganggu lagi. Itu yang dimaksudkan Pemkot Medan mungkin tahun 2023 masyarakat akan mengalami kemacetan, maksudnya bukan yang lain,” ujarnya.

Nantinya, sambungnya, pihak Dishub Medan akan berkoordinasi dengan Dinas PU Medan terkait pembangunan yang dimaksud.

Banyak video kejadian jln hm yamin macet di @medanku

Sumber: medanpos

Browse

 [...lanjut cerita ]  klik berita lengkap

Baca Selengkapnya

Jalan HM Yamin Medan Makin Macet, Kadishub Medan Menjelaskan Karena Intensitas Kereta

Jalan HM Yamin Medan Makin Macet, Kadishub Medan Menjelaskan Karena Intensitas Kereta Api yang Melintas

Pemko Medan mengakui kalau saat ini jalan HM Yamin Kota Medan semakin macet belakangan ini. 

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis semakin macetnya jalan tersebut karena lalu lintas kereta api meningkat drastis.

Berdasarkan data yang diterimanya, saat ini kereta api yang melintas melewati jalan raya itu mencapai 100 kali dalam sehari.
Padahal, sebelumnya kereta api yang melintas hanya di sekitaran 60 hingga 70.

Hal itulah yang menyebabkan area tersebut semakin macet.

"Itu murni sebenarnya karena memang ada peningkatan frekuensi kereta Api yang tadinya tidak sampai 60-70 per hari yang melintas, hari ini frekuensi kereta api yang melintas di Jalan HM Yamin 100," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis, Selasa (3/1/2023).

Iswar menjelaskan, sekali melintas penutupan palang pintu kereta bisa memakan waktu sekitar 3 menit. Dengan waktu tersebut, petugas membutuhkan waktu penguraian arus lalu lintas selama 5-7 menit.

Pihaknya pun memperhitungkan total kemacetan di Jalan HM Yamin mencapai 500 menit perhari, jika dihitung per kereta api yang melintas dan memakan waktu penutupan palang hingga mengurai kemacetan.

"Nah, anggap lah rata-rata 5 menit di kali 100 dalam 100 kali, berarti sudah hilang waktu 500 menit." ujarnya.

Sumber: medanpos

Medan Talk:
Jalan HM Yamin Medan Makin Macet, Kadishub Medan Menjelaskan Karena Intensitas Kereta Api yang Melintas

Pemko Medan mengakui kalau saat ini jalan HM Yamin Kota Medan semakin macet belakangan ini.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis semakin macetnya jalan tersebut karena lalu lintas kereta api meningkat drastis.

Berdasarkan data yang diterimanya, saat ini kereta api yang melintas melewati jalan raya itu mencapai 100 kali dalam sehari.
Padahal, sebelumnya kereta api yang melintas hanya di sekitaran 60 hingga 70.

Hal itulah yang menyebabkan area tersebut semakin macet.

“Itu murni sebenarnya karena memang ada peningkatan frekuensi kereta Api yang tadinya tidak sampai 60-70 per hari yang melintas, hari ini frekuensi kereta api yang melintas di Jalan HM Yamin 100,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis, Selasa (3/1/2023).

Iswar menjelaskan, sekali melintas penutupan palang pintu kereta bisa memakan waktu sekitar 3 menit. Dengan waktu tersebut, petugas membutuhkan waktu penguraian arus lalu lintas selama 5-7 menit.

Pihaknya pun memperhitungkan total kemacetan di Jalan HM Yamin mencapai 500 menit perhari, jika dihitung per kereta api yang melintas dan memakan waktu penutupan palang hingga mengurai kemacetan.

“Nah, anggap lah rata-rata 5 menit di kali 100 dalam 100 kali, berarti sudah hilang waktu 500 menit.” ujarnya.

Sumber: medanpos

Browse berita /

 [...lanjut cerita ]  klik berita lengkap

Baca Selengkapnya